A password will be e-mailed to you.

Sebelum Ed Hardy, dan bahkan sebelum Sailor Jerry, adalah pasangan yang dikenal luas sebagai pendahulu tradisi tato Amerika, August “Cap” Coleman dan Franklin Paul Rogers. Jika anda menyusuri jejak sejarah tato, serta sejumlah ikon flash, anda akan bertemu dua master ini. Mereka telah ada ketika counterculture ditarik kebelakang saat orang-orang bertato hanyalah mereka yang dalam ketentaraan, kriminal, atau orang-orang yang bekerja di sirkus serta sideshow freaks. Sekarang ini, tato telah kehilangan sengat pemberontakannya – sebagai batasan, tato seringkali merepresentasikan kisah personal dan digunakan sebagai badge of honor.

Tidak banyak hal yang diketahui tentang August “Cap” Colemen – lahir pada 1884, disuatu tempat dekat Cincinnati, Ohio. Dia sering mengatakan kalau ayahnya juga ada seorang tatois – tapi hal ini tidak jelas diketahui, bahkan Paul Rogers meragukan hal tersebut. bahkan juga tidak diketahui dengan pasti siapa yang mengerjakan tato pada tubuhnya. Faktanya, kebanyakan artwork orisinil di tubuh Coleman bisa ditemukan pada sebuah patung tua yang dia pajang.

1936, Norfolk, Virginia, USA --- Coleman's Tatoo Parlor --- Image by © The Mariners' Museum/CORBIS

1936, Norfolk, Virginia, USA — Coleman’s Tatoo Parlor — Image by © The Mariners’ Museum/CORBIS

Kisah yang tidak perlu diragukan lagi adalah sekitar tahun 1918 “Cap” Coleman melempar sauh di kota pelaut Norfolk, VA dan membuka tattoo shop di jalan utamanya. Tempat tersebut dikenal karena strip club dan klub pelautnya, serta banyak peminat tato. Tidak membutuhkan banyak waktu, “Cap” Coleman dengan segera menjadi legenda hidup, tattoo shop-nya terkenal, sampai-sampai ia tidak perlu membubuhkan alamat pada kartu namanya.

Pada tahun 1950, menato di Norfolk dikategorikan sebagai kegiatan illegal. “Cap” lalu memindahkan tato shop-nya menyeberang Elizabeth River ke Portsmouth, Virginia dan melanjutkan prakteknya. Kemudian pada tahun 1973, kabar sedih tersebar, tubuh “Cap” Coleman ditemukan di Elizabeth River. Kepolisian menduga kalau ia terpeleset dan jatuh ke sungai. Ketika itulah diketahui kalau “Cap” Coleman adalah seorang investor yang gagah, setiap keuntungan yang ia dapatkan didonasikan untuk (beberapa diantaranya), The Norfolk United Fund, sekolah untuk orang tuli (The Virginia School for the Deaf), The Tidewater Lions Club, dan The St. Marry’s Infants Funds.

Pengaruh Paul Rogers dalam tato sangatlah luas. Rogers adalah jembatan yang menghubungkan “the best of the oldschool American traditional tattooing” dengan “the most accomplished artists of the modern renaissance”. Raksasa-raksasa dunia tato seperti Ed Hardy, Greg Irons, dan George Bone telah menuai keuntungan tidak hanya dari 50 tahun keterlibatan Rogers dalam dunia tato, tapi juga dari mesin hasil desainnya yang secara luas dikenal sebagai “the best money could buy”. Rogers kemudian bekerjasama dengan Huck Spaulding mendirikan perusahaan tattoo supply yang terkenal dan paling dihormati di dunia, Spaulding and Rogers.

Chuck Eldridge, seorang pengarsip tato Amerika, yang mewarisi seluruh koleksi Roger setelah kematiannya pada tahun 1990, menyebutkan bahwa kontribusi Roger pada dunia tato Amerika sungguh unik, “Dia adalah medium informasi dan pengalaman yang vital”. Elridge mempercayai bahwa transfer pengetahuan mengenai mesin tato pada generasi modern tatois Amerika lah yang membuat kontribusi Roger menjadi sangat signifikan, “Antara tahuun 1945 dan 50an, Rogers bekerjasama dengan “Cap” Coleman, yang pada masa itu dianggap sebagai tatois terbaik dunia. Selama rentang periode inilah ia mendapatkan banyak pengetahuan tentang bagaimana membuat dan menyeimbangkan (tuning) mesin tato”. Tatois dan pengarsip, Don Lucas, yang menerbitkan autobiograpi Rogers yang berjudul “Franklin Paul Rogers: The Father of American Tattooing” menambahkan demikian, “Tanpa kesediaan Rogers untuk berbagi pengetahuan dan ilmunya tentang bagaimana membangun mesin yang bagus, rahasia para master tato di masa lalu akan tenggelam dalam waktu.”

Rogers adalah lima bersaudara yang lahir pada tahun 1905 di pegunungan North Carolina. Ayahnya bekerja sebagai pemotong kayu. Rogers mendeskripsikan tujuh tahun pertama hidupnya sebagai kehidupan yang keras dan kemiskinan. Ia menghabiskan sebagain besar masa kanak-kanaknya pindah dari satu cotton town ke cotton town lainnya, semenjak keluarganya menghidupi diri dari kondisi tidak manusiawi usaha pemintalan. Saat itu adalah masa unregulated capitalism, dan undang-undang ketenaga kerjaan anak-anak belum lagi ada.

Rogers pertama kali tertarik pada dunia tato ketika seorang pedagan keliling mampir di kabin keluarganya, saat itu ia masih kecil. Saat itu ia terpesona dengan kisah yang diceritakan pedagang keliling tersebut tentang pengalamannya sebagai tentara selama perang Spanyol-Amerika. Pada tahun 1926, diumur 21, Rogers ditato untuk pertama kalinya oleh Chet Cain, seorang tatois yang bekerja pada sebuah sirkus keliling. Melalui Chet Cain-lah Rogers pertamakali mendengar tentang “Cap” Coleman – tatois yang nantinya akan bekerja bersamanya dan memiliki pengaruh kuat pada hidupnya. Cain memberi Rogers nasehat-nasehat tentang tato dan 2 tahun setelahnya ia mulai menato, “Aku membeli tattoo kit pada tahun 1928 dari E.J. Miller. Dia punya usaha tattoo supply di Norfolk, Virginia.” Rogers tah tentang suplayer tato melalui ketertarikannya pada sirkus keliling.

Pada sebuah wawancara dengan Tattootime pada tahun 1982 bersama Ed Hardy, ia menyebutkan bahwa, “Aku selalu ingin berkeliling bersama sirkus keliling. Demikianlah aku belajar menato dan berkeliling bersama sebuah sirkus.” Selain belajar menato, Rogers juga belajar akrobat. Dia juga sangat menjaga tubuhnya, dia tidak pernah merokok, minum kopi atau alkohol. Rogers mulai menato (tubuhnya sendiri dan beberapa tetangga yang mau) di kamar tidurnya. Tak lama ia kekurangan media, dalam perjalanan mencari pelanggan baru dan pengalaman, ia bergabung dengan sebuah sirkus keliling. Pada tahun 1932 bergabung dengan sebuah sirkus keliling di Greenville, South Carolina, pada tahun yang sama ia bergabung dengan The John T. Rae Happyland Show dimana ia bertemu dengan Helen, istrinya yang bekerja sebagai pawang ular.

Menurut Rogers, selama periode tersebut banyak tatois yang bekerja dengan sirkus keliling. Masa tersebut bersamaan dengan great depression. Rogers mengingat masa itu pemilik sirkus ingin tatois bekerja dobel, sebagai manusia bertato dan juga sebagai orang yang berada di display. Dikemudian hari Rogers bekerja murni hanya sebagai tatois. Pada tahun 1942, Rogers mendapat kesempatan untuk keluar dari sirkus keliling dan membuka tattoo shop-nya sendiri di Charleston, South Carolina. Pada rentang periode tersebutlah Rogers melihat banyak sekali karya “Cap” Coleman yang ditorehkan pada tubuh para pelaut.

Rogers kemudian meniru karya-karya “Cap” Coleman yang kemudian tersadar ada mengikuti gayanya. Rogers menjelaskan kisahnya demikian, “Coleman selalu berkata (pada calon pelanggannya) bahwa mereka belum punya tato yang bagus. Ia kemudian membolak-balik lengan (calon pelanggannya) dan berkata, ini tato yang kukerjakan dan yang itu bukan. Tapi paada suatu waktu ada yang berkata kalau tato yang ditunjuk Coleman bukanlah hasil karyanya.” Coleman terpukau, ada yang bisa menato sebaik dirinya sehingga ia bingung menentukan mana tato karyanya.

Beberapa waktu kemudian Rogers menulis surat pada Coleman kemudian mengunjungi tokonya di Norfolk, Virginia. Coleman kemudian menawari Rogers untuk bekerja di tempatnya setelah perang berakhir. Elridge menjelaskan demikian, “Itu adalah tawaran pekerjaan dari surga. Anda harus ingat, pada masa itu Coleman disebut-sebut sebagai tatois terbaik dunia. Jika diandaikan, itu seperti Ed Hardy menawarkan pekerjaan pada seorang tatois pemula. Siapa pula yang mau menolak kesempatan langka itu?” Rogers mengagumi Coleman sebagai tatois yang hebat, namun ia tidak menggumi personalitas Coleman, “Coleman adalah seorang yang egois, dia seorang pembenci. Dia seorang penyendiri yang tinggal di studionya. Dia menyimpan makanan kalengan disana, jadi dia tidak perlu keluar dari studionya. Dia bahkan bisa makan bayam kalengan untuk sarapan!”

Untuk menghemat pengeluaran, Coleman hanya menggunakan warna merah dan hitam, namun demikian dia bisa menghasilkan karya dengan kualitas tinggi. Pada akhirnya, desain tato-nya dikenal sebagai the classic American-style yang mendominasi dunia tato Amerika tahun 1920an sampai 1940an. Diluar kelakuan eksentrik Coleman, Rogers belajar banyak tentang tato darinya, khususnya tentang mesin. Ketika bekerja bersama Coleman inilah, Rogers belajar memperbaiki mesin tato untuk semua tatois yang bekerja di Norfolk.

Pada tahun 1950 kerjasama Coleman-Rogers terputus karena kota Norfolk mengilegalkan kegiatan tato. Rogers kemudian bekerjasama dengan R.L. Connelly, tatois berbakat yang pernah bekerjasama dengan Coleman. Mereka kemudian membuka tattoo shop di Petersburg, Virginia dan di Jacksonville, North Carolina. Tattoo shop di Jacksonville ini kemudian dimiliki oleh Rogers, dan disanalah ia bertemu Huck Spaulding. Pada tahun 1955 studio yang digunakan Rogers dan Conelly dirubuhkan, Rogers kemudian pindah ke studio milik Spaulding dan melahirkan nama yang sekarang terkenal, Spaulding and Rogers.