A password will be e-mailed to you.

KENT TATTOO

Di tahun 2016 ini, pasti bohong kalau gak pernah mendengar nama Kent Tattoo yang bisa dibilang melegenda di skena tato tanah air kita ini. Yusepthia Soewardy, atau yang akrab disapa Kent sering sekali diliput media nasional, baik media cetak maupun elektronik; bagi kamu-kamu lebih suka baca Magic Ink daripada nonton tivi, Magic Ink akan menghadirkan sang inspirator itu di halaman ini.

Inspirator? Betapa tidak, Kent menjadi sosok ‘guru’ atau bisa juga dibilang telah memberikan serombongan seniman tato berkualitas di skena tato Indonesia, sebut saja Alink Kootaishi, Angga ‘Booth’, Ali Bastardos, Suban Tattoo, Ade Itameda dan masih sederet nama lain yang pastinya sudah dikenal luas.
Tapi siapa yang menyangka kalau Kent di masa mudanya ya sama aja seperti kita-kita, mencari pengakuan dari teman-teman sebayanya. Hal ini yang kemudian membawa Kent ke dunia tato yang dianggap menjadi simbol kekuatan dan kekuasaan. Di tahun 1987, Kent bersama teman-teman SMAnya mulai ditato oleh Kang Ayi (Bikers Brotherhood, -red), lalu dengan modal mesin tato buatan sendiri dan pengetahuan yang sekadarnya tanpa sumber, Kent terus bereksperimen dan berulang kali gagal, tapi tidak menghentikan usahanya untuk belajar lebih serius. Di tahun 1990 Kent meneruskan kuliah di jurusan seni rupa dan desain grafis, kemudian mulai memantapkan portfolio tatonya dengan meningkatkan bentuk gambar, tata letak, dan harmonisasi desain di studio tatonya, “dan disitu pula menemukan arti hidup atau asam garam, ternyata tidak segampang apa yg aku kira untuk usaha tato,” ujar Kent.

Di masa ketika era Petrus (Penembakan misterius) baru saja usai tahun 1987-1988, tentunya sulit sekali menghadapi stigma tato dari masyarakat karena masih dianggap bentuk premanisme. Kent dan teman-temannya ketika itu ‘bergerilya’ dengan melakukan pendekatan secara emosional ke pemerintah/masyarakat, kampanye lewat media cetak/elektronik, dan tentunya yang paling efektif adalah dengan menorehkan karya lewat tato ke figur publik seperti para selebritis sehingga mereka juga membantu memberi pengertian bahwa tato adalah seni dan hanya mereka (para selebritis dan orang penting) inilah yang bisa atau mau didengar oleh beragam kalangan.

Selanjutnya…

1 2 3