A password will be e-mailed to you.

“Tamu kita ini adalah seorang Sastrawan berdarah Batak, selalu antusias bercerita.. terutama dalam mengemukakan pandangan terhadap situasi sosial. Pria yang pernah menjadi imigran di benua Australia ini dengan bangga menyatakan diri-nya seorang Komunis. Dialah Saut Situmorang,Si Nakal dibalik sajak berjudul Estetika Alkoholik“

 

Apa kabar Bang?
Aduuuuh ini Jogja, jalanan makin macet, ini samping rumah akan digubah jadi Apartemen, orang kampung aku ajak melawan malah geleng kepala, ada juga kasus air susah karena Hotel, aaeee Bajingan pula itu Koruptor.
Kasih kita cerita tentang dirimu lah Bang?
Lahir di Medan, semasa kecil mengalami kesulitan bergaul dengan teman sebaya, mungkin karena aku hobi membaca jadi pikiranku setingkat orang dewasa. Menginjak muda singgah ke Jogja, ke Jogja tentu lebih asik, aku ingat dulu hanya berbekal celana dan sandal jepit. Kemudian cabut ke Australia menempuh kuliah Sastra Inggris, lalu mulai menganalisis novel dan puisi, disinilah aku mulai tertarik, dan sampai sekarang tak pernah terbendung dalam hal menulis.
Apa kabar dunia sastra saat ini?
Sastra saat ini kurang menarik, banyak anak muda menulis hanya untuk mejeng di surat kabar. Dulu aku pernah menggagas cyber sastra, waktu itu ditentang dan dihajar habis-habisan kelompok sastrawan yang berkecimpung di media cetak. Justru sekarang kita lihat sendiri, semua menjadi versi online. Bila masih didapati praktik kesenioritasan seniman, aku selalu menentang. Aku tidak suka senioritas, ambil saja contoh seseorang menulis seribu tahun lamanya, kalau yang dia tulis sampah ya tetap sampah. Atas alasan ini, banyak anak muda yang mendukung aku.
Tato di badan, gambar apa aja, siapa saja yang buat Bang?
Tatoku semua bertema Batak, semua gambar-nya cicak kecuali satu gambar. Di kepercayaan Batak cicak berarti lambang kesuburan, ia menjelaskan cara kerja semacam primbon.Dahulu cicak digambar oleh Datu, Datu adalah seorang ahli yang bertugas dalam menentukan hari baik, pengobatan, ritual, dan sebagainya. Mengenai kepercayan kuno masyarakat Batak terdapat dalam naskah yang disebut pustaha. Ini Tato ada juga nama ‘naga padoha’, ‘boraspati’, yang jelas sangat penting dalam kosmologi Batak. Selain Cicak, aku ambil dari motif bagian (depan) rumah tradisional batak, gambar itu bertugas mengusir roh jahat, ya contohnya seperti GM.Semua Tato-ku yang bikin Munir (ToxicTattooPark/Yogyakarta), disamping karya-nya memang bagus orangnya juga enak diajak ngobrol.
Sebutkan 3 seniman tato yang kau kenal?
Munir (Toxic Tattoo Park), Durga (Durga Tattoo), Hendra (Hendra FolksTattooSpace)
Nah kan sekarang banyak banget nih orang tatoan, bagaimana pandangan kau Bang?
Its oke, bagus, yang penting serius, bagi yang sudah bertato karena trend anggap saja trend adalah awal dari keseriusan, jangan main-main sebab budaya tato adalah bagian budaya kuno Nusantara yang penuh dengan unsur magis
Apa rencana kedepan dalam hal sastra?
Harus memenangkan hadiah Nobel, menjadi sastrawan pertama penerima hadiah nobel, uang-nya nanti untuk membeli salihara, hahahaha…
Apa rencana kedepan dalam hal tato?
Pengin tambah motif naga padoha, juga colouring, pelan2..
Apa pesan buat teman-teman tato se-nusantara?
Aku sendiri melihat tato sebagai salah satu unsur budaya lokal, sebagai tradisi dan budaya yang terus diwariskan. Kalau kau mampu memandang tato dari perspektif itu, pastinya akan lebih bermakna. Terlepas bagian dari budaya pop, kita harus kembali ke sifat tato yang permanen, agar kita tidak akan menyesal memiliki tato.
Lanjut Minum yok Bang?
Horas!!!