A password will be e-mailed to you.

Sebut saja namanya Lidya, pendatang baru di industri tato Indonesia. Melamun adalah nama tengahnya. Dengan latar belakang sebagai desain grafis, tidak perlu waktu lama baginya untuk menemukan ‘feel’ di dunia tato. Dan berikut adalah petikan wawancara kita dengan penggemar Maxime Buchi dan Ilya Brezinski ..

Hai, kayanya sibuk nato terus nih belakangan ?
Lemeyen mas, mbak, bisalah buat beli jamu.

Apa kabar kegiatan mendesainmu (kesibukan lamamu)?
Desain masih, tapi under freelancing agency, yang kantoran akhirnya bentrok2. Kalau gambar jalan terus- katarsis yang gak bisa lepas, untungnya.

Pastinya membantu sekali pengagalaman mendesainmu dalam mengerjakan tato, cerita dong
Yup, aku berusaha ngarahin klienku ke contemporary/ design-based tattooing, dan untungnya rata-rata calon klien berangkat dari audiens instagramku waktu masih lebih sering buat artwork di media kertas/ digital. Mereka mayoritas juga udah tau apa yang mereka mau dan ekspektasi apa yang bisa aku penuhin ke mereka. Selain nawarin conceptual/ custom-made design, aku berusaha gak cuma berenti di ngolah estetiknya tapi juga personalisasi dari pengertian elemen2 visualnya, karena kombinasi antara art and science- gambar teknik, archimedean shapes, geometry, occultism, mythology itu menarik banget buat diulik, biasanya aku gabung dengan fase2 desain/ seni favoritku seperti jugendstil, baroque, constructivism, lumayannya buku fotokopian dari perpustakaan kampus masih kepake hehehe- dan ngobrol sama klien jadi terapi/ buka wawasan buat aku sendiri juga.

Selanjutnya…

1 2 3