A password will be e-mailed to you.

Guntur “terjerumus” dalam dunia tato sekitar tahun 2008an ketika di kantin kampus tercintanya ia menyaksikan seorang kawannya ditato denganmenggunakan mesin rakitan. Dari sanalah ia merasa ingin mengetahui lebih jauh tentang tato dan terus menyelaminya sampai sekarang. Sebelum menggeluti dunia tato, dunia Guntur hanya seputar kuliah saja. Ketika masih menjadi mahasiswa itulah ia sempat mengecap keinginan untuk menjadi seorang desainer grafis, namun tidak sampai terwujud.

Menurut penyuka gaya American traditional ini, menato adalah sebuah proses yang tidak gampang karena pengerjaannya tidak bisa di-undo. Diluar itu, menurutnya membuat garis lurus adalah bagian yang paling susah dan juga proses mencari kanvas tidak bisa dikatakan enteng juga. Selain menggunakan kulit sebagai media, Guntur juga seringkali memural tembok dan pastinya membuat flash.

Untuk pengerjaan tato, ia tidak memiliki spesifikasi khusus. Menurut dia, selama masih nyaman dipakai dan bisa men-support-nya untuk menghasilkankarya yang berkualitas. Dia tidak begitu hirau dengan merek sebuah equipment. Sementara untuk jenis tinta dia masih dalam proses belajar untuk mengenali sifat karakter tinta. Tatois lokal (Indonesia) yang ia kagumi karya-karyanya adalah David Mad Ink dan July Arthaya.

Selanjutnya…

1 2