tattoo-apprentice-now-and-then

SENANDUNG TINTA : TATO KEPALA PUNDAK LUTUT KAKI

Senandung Tinta: Tato Kepala Pundak Lutut Kaki

Hai!
Tulisan ini mungkin sedikit bersinggungan dengan Senandung Tinta edisi lama, yang kayaknya sih belum sempat diunggah di blog. Saya ingat betul, waktu Magic Ink kala itu terbit seorang teman langsung sms saya dan bilang kalo artikelnya emak-emak banget! Maksudnya, kuatir banget ama masa depan anaknya, hahahaha. Kalo gak salah sih, waktu itu poinnya tentang kenapa ada peraturan minimum 18 tahun untuk bisa mendapatkan tato permanen.

Kali ini, saya mau kasih ilustrasi ini dulu yang sempat bertebaran di media sosial
(gambar)
Tidak berlaku hanya untuk para apprentice tato sih, tapi sepertinya untuk hampir semua kalangan yang sekarang memiliki tato. Kalau diperhatikan, akhir-akhir ini memang ada banyak orang yang memilih bagian yang ‘paling keliatan’ untuk ditato – walaupun banyak juga yang bilang ‘di bagian dalem aja supaya bisa ditutupin baju kerja’.

Memang memiliki tato itu pilihan – dan akibat-akibatnya sebagian besar ditanggung pribadi masing-masing empunya tato: dimarain mamak, disinisin mamaknya pacar (atau malah diputusin pacar?), ditolak kerja, dan beragam akibat lainnya.

Selanjutnya …..