PROFILE ARTIST – ADI SAMSARA

Satu lagi tatois Bali di Australia yang bekerja untuk G’day Ink, sebuah studio tato yang dimiliki juga oleh seorang Bali yang menetap di Melbourne. Adi Samsara, sebagaimana kebanyakan tatois lainnya, mengawali karirnya di dunia tato secara “tidak sengaja”. Pada awalnya Adi belajar melukis di kampung halamannya, dan suatu ketika salah seorang saudaranya mendapatkan pinjaman mesin dari salah seorang sahabatnya. Adi menemukan keasikan dalam prosesnya, meskipun menurut pengakuannya; hasilnya masih hancur lebur. Semenjak saat itulah ia nato sendiri di rumah, dan memberikan tato gratis untuk teman-temannya.

Kita dengar sekarang kamu kerja di Australia. Gimana awal ceritanya kok bisa pindah?
Awalnya cuma mau nemenin istri yg lg study disini, pas lg buka-buka FB gak sengaja nemu page G’day ink yang lagi buka lowongan tattoo artist, pas diliat-liat ternyata yang punya orang Bali dari Singaraja, ya langsung aja coba-coba masukin application, syukurnya diterima.

Tahun berapa akhirnya kamu memutuskan untuk menjadi tattoo artist ?
Mulai nato (yg dibayar) thn 2013, saya beranikan diri ngontrak studio kecil di Denpasar, tapi cuma setahun, abis itu hengkang ke Kuta dan kerja di Exsclusive tattoo di jalan Kartika Plaza

bersambung ke halaman 2…