Panca Dwinandhika Zen

HELL OF FAME – PANCA DWINANDHIKA ZEN

Panca Dwinandhika Zen

Di tengah-tengah kemiskinan film bertema tato, beberapa waktu lalu muncul sebuah film berjudul “Bless This Mess”, sebuah film yang mengisahkan seluk beluk tato penjara di Indonesia (baca: Bandung). Menurut Panca Dwinandhika Zen, si pembuat film, tato penjara memiliki timeline dan gaya tersendiri yang berkembang di tiap negara. Mulai dari perlengkapan sampai tehnik pembuatan (yang mesti sembunyi-sembunyi dari petugas), setiap daerah memiliki gaya serta tehnik tersendiri. Tidak begitu susah bagi Panca untuk menemukan narasumber bagi film perdana (?) besutannya ini. Sebelumnya Panca sudah aktif di sebuah NGO di Bandung yang bersentuhan dengan isu-isu marjinal seperti: HIV, narkoba, dan lain-lain. Demikian dia mendapatkan akses dan banyak kenalan yang berhubungan dengan segala sesuatu tentang penjara.

 

Demikianlah ide awal pembuatan “Bless This Mess”, karena baiknya pembangunan jaringan yang ia miliki dari aktivitasnya di sebuah NGO di Bandung. Lalu, mengapai Panca mengambil film sebagai medianya?

Film nyoba aja sih sebenernya, ini juga masih pertama pegang kamera, makanya masih banyak yang kurang. Tapi aku pikir ini media yang cepat diakses dan dipahami aja

 

Tag line film itu adalah (kalo ga salah) “Indonesian Prison Tattoo” tapi kok rasanya film itu tidak begitu jauh mengeksplor tato di penjara ya?

Sebetulnya banyak banget sih yang bisa saya share, tapi setelah didiskusikan, jika semuanya di publish malah terlalu mengungkap aib negara. Hahaha

 

Sebagai penonton, saya mendapat kesan kalau film itu justru seperti menghubung-hubungkan tato dengan kriminal(itas), bagaimana pendapat bung?

Ya karena memang pemaparan faktanya begitu, tato penjara itu berkembang diantara kriminal, dan stigma tato=kriminal ya salah satunya berkembang dari penjara, kalo isinya ustadz semua ya judulnya pesantren tato.. kecuali dalam konteks petrus itu baru ada yg salah, karena banyak kasus yg salah bunuh/tangkap hanya karena mereka bertato, meskipun belum bisa dijustifikasi per kasusnya.